1 x klik iklan di blog ini = 700 pahala buat anda karena telah bersedekah kepada admin.

1 x klik iklan di blog ini = 700 pahala buat anda karena telah bersedekah kepada admin
Showing posts with label Berita Islam. Show all posts
Showing posts with label Berita Islam. Show all posts

Thursday, July 13, 2017

Sekolah 5 Hari (Full Day School), Vakum 2 Hari Madharatnya Besar

Dikutip dari laman resmi NU http://www.nu.or.id
www.IskandarNet.com - Setelah setahun lalu menggulirkan kebijakan Full Day School (FDS) lalu mendapat penolakan dari berbagai kalangan, kali ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy membungkus FDS dengan label sekolah lima hiari.

Kebijakan yang kabarnya akan diterapkan pada tahun ajaran baru 2017/2018 ini juga mendapat penolakan dari sejumlah kalangan, tak terkecuali stakeholder pendidikan.

Untuk mendapatkan pandangan yang lebih jernih terkait dengan kebijakan sekolah lima hari tersebut, NU Online berkesempatan mewawancarai Ketua UmumPengurus Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PP Pergunu) Dr KH Asep Saifuddin Chalim, Senin (12/6) di Jakarta.

Saat ini Kiai Asep mengelola sejumlah lembaga pendidikan Islam dan umum unggulan berbasis pesantren di bawah Yayasan Amanatul Ummah Pacet, Mojokerto, Jawa Timur. Cabangnya saat ini juga ada di Surabaya. Murid dan santrinya ada yang mukim di pondok dan ada juga yang tidak. Total santri Kiai Asep berkisar 5500 santri belum termasuk yang ada di Surabaya.

Berikut wawancara Fathoni Ahmad dari NU Online dengan KH Asep Saifuddin Chalim yang saat ini juga mengelola Institut KH Abdul Chalim (IKHAC) Mojokerto terkait rencana kebijakan sekolah lima hari.

Bagaimana menurut kiai soal rencana kebijakan sekolah lima hari?

Hari-hari ini jangan menerapkan sekolah lima hari. Anak-anak SMP dan SMA itu belum mampu menguasai diri nanti kalau libur dua hari, itu sangat berbahaya sekali. Kalau memang untuk menghilangkan kelelahan belajar selama lima hari, cukup sehari, karena hari keduanya punya potensi untuk nakal.

Bisa dijelaskan detailnya, kiai?

Ya, anak-anak tidak akan bisa pandai karena ada kevakuman sebab libur dua hari itu, mengangkat kembali untuk memaulai belajar, itu berat sekali kalau tiap minggu vakum semacam ini.

Sekarang itu ada HP gadget yang sedang melanda generasi bangsa Indonesia. Gadget itu lebih ganas daripada sabu-sabu. Kalau sabu-sabu menghasilkan khayalan, kalau HP menghasilkan gambar konkret. Sekarang ini banyak anak-anak yang tidak bisa berpisah dengan HP-nya dengan jarak 10 meter. Ini sangat luar biasa, tidak bisa berpisah dengan HP-nya selama 10 menit.

Kalau seandainya libur sampai dua hari, kemudian hari itu tidak cukup digunakan untuk melepas lelah, tetapi sekaligus setelah lelahnya lepas punya potensi hura-hura lagi. Itu bagaiman dengan keberadaan HP yang sekarang, sementara mereka belum bisa menjadi pengendali terhadap HP itu sendiri.

Bagaimana konsekuensi logis jika kebijakan ini diterapkan?

Kemendikbud mengeluarkan aturan full day school untuk memberi peluang sekolah menarik SPP bulanan. Dengan menarik peluang itu, maka anak-anak mendapatkan biaya yang cukup mahal. Sementara sekolah negeri wali muridnya kan nggak kaya-kaya, kecuali sekolah favorit.

Seperti biaya apa saja, kiai?

Kalau sekolah sampai jam tiga maka perlu makan siang. Makan siang yang efektif dikoordinir sekolah. Ketika dikoordinir sekolah panitianya pasti mengambil fee. Sekolah menariknya akan lebih besar dari selama ini ditolerir.

Kalau di Jawa Timur kan ditolerir 250.000. dengan full daya school, maka akan lebih besar untuk membiayai jam-jam oleh guru honorer. Akibatnya akan banyak wali murid yang kesusahan membiayai anak-anaknya.

Itu berat sekali, untuk membiayai makan siang, makan siang yang dikoordinir yang nantinya juga ada fee. Kemudian sekolah yang telah mendapatkan perlindungan juga diperkenankan menarik SPP oleh peraturan menteri, itu pasti menarik banyak, karena apa? Untuk membiayai jam-jam tambahan oleh guru-guru tambahan atau pun honorer.

Sejumlah kalangan mengkhawatirkan terbengkalainya Madrasah Diniyah, menurut kiai?

Yang jelas akan mengganggu keberadaan madrasah diniyah di mana anak juga butuh belajar agama. Madrasah diniyah itu kan masuk jam 14.00 sampai jam 16.00. Sekarang kalalu pulang saja jam empat, kapan mau mulai pendidikan keagamaannya.

Artinya?

Ini namanya melakukan sesuatu yang belum tentu dengan menghilangkan kemapanan yang sudah baik. Tidak boleh itu, kalau istilah NU kan al-akhdzu bil jadidil aslah, mengambil sesuatu yang baik tetapi dengan tidak menghancurkan sesuatu yang sudah baik. Orang itu harus menjaga yang sudah bagus.

Boleh melahirkan sesuatu yang lebih bagus. Tetapi membuat sesuatu yang lebih bagus tentu baik tetapi yang sudah baik dihancurkan, itu tidak boleh. Berat ini Kemendikbud.

Inilah Pesan Kesederhanaan Hasil Audiensi Dai NU di Vatikan

www.IskandarNet.com - Di Italia, saya berkesempatan mengikuti audiensi di Vatikan. Tepatnya pada hari Rabu, 28 Juni 2017 yang lalu, saya menghadiri undangan langsung dari Romo Markus Solo. Romo Markus ini mampu berbahasa Arab, karena pernah belajar bahasa Arab di Gereja Katolik di Mesir.

Saya berkenalan dengan beliau saat open house di KBRI Roma. Perkenalan semakin hangat, hingga akhirnya saya katakan ingin tahu acara audiensi. Ternyata salah satu yang bisa memberikan undangan audiensi itu adalah Romo Markus Solo. Akhirnya saya diberikan undangan khusus untuk tiga orang.

Peribahasa mengatakan ‘banyak jalan menuju Roma’. Namun, Ketua Nadwah Ukhuwah Roma (NUR), Yusral Thahir menambahkan banyak jalan di dalam Kota roma. Hehehe, karena memang di kota Roma, jalanan begitu padat, kecil-kecil, banyak gang, dan seperti berputar di situ-situ saja.

Yusral memang salah satu teman selain Asrarudin Salam yang menemani saya berangkat audiensi. Hari itu kami berangkat pukul 08.00 waktu Roma. Jadwal acara dimulai pukul 10.00 sampai 12.00.

Sesampainya di Vatikan, Basilica telah dipenuhi lautan pengunjung. Pada acara audiensi ini Paus Fransiscus akan menyapa pengunjung yang berkumpul di depan Basilica dan memberikan lambaian tangan dengan mobil karnaval yang dijaga ketat oleh tentara dan pengamanan.

Paus akan berhenti sejenak ketika melihat ada anak kecil, lantas mencium dan mendoakannya. Riuh pengunjung yang hadir dari berbagai negara akan terdengar pada saat paus menggendong dan mengecup kening anak kecil tersebut. Audiensi dilakukan setiap hari Rabu. Untuk di musim panas, audiensi terakhir di bulan Juni, seperti pagi itu.

Bulan Juli dan Agustus, audiensi libur. Menurut Daniel, staff KBRI di Roma, beruntung sekali jika dapat bersalaman dengan Paus Fransiscus. Paus adalah pimpinan tertinggi di negara Takhta Suci Vatikan. Ibarat negara lain, seperti presiden.

Dalam audiensi juga dilakukan wisuda para oriental dari berbagai negara. Seperti dari Hong Kong, Polandia, Swis, bahkan salah satunya dari Indonesia.

Bagi umat Kristiani, terutama Katolik, berkunjung ke Vatikan merupakan sesuatu yang penting dan sangat diinginkan. Pilgrim, sebutan untuk para pengunjung yang datang ke Vatikan.

Sangat menyenangkan dan membuat saya salut, ketika melihat-lihat gereja Basilica di Vatikan. Bangunan dari ribuan tahun masih terjaga. Juga ketika masuk ke dalam Basilica, yang di dalamnya terdapat makam para paus terdahulu.

Saya merenungkan pelajaran yang bisa dipetik dari audiensi ini adalah kesederhanaan. Pada acara ini paus turun ke bawah, menyapa hangat, dan membaur bersama pengunjung sambil memberikan pesan-pesan kebaikan.

Sebagai Muslim, kita pun harus sederhana dan ramah. Kerena Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk selalu bersikap rendah hati dan menyebarkan salam. Seperti dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Muslim disebutkan, “Dengan salam dan sapa hangat, kita akan damai.”

Khumaini Rosadi, anggota Tim Inti Dai Internasional dan Media (TIDIM) LDNU 2016; Dai Ambassador Cordofa 2017, dengan penugasan ke Roma, Italia.

Wednesday, July 12, 2017

10 Fakta yang Membuat Anda Bahagia Jika Hidup di Arab Saudi

Dikutip dari : http://serambiharamain.com

www.IskandarNet.com - Kerajaan Arab Saudi adalah sebuah negara Arab yang terletak di Jazirah Arab. Beriklim gurun dan wilayahnya sebagian besar terdiri atas gurun pasir. Sebuah negeri yang diyakini tak satupun negara di dunia ini yang tidak mengenalnya. Baik itu negara sekuler terlebih lagi negara sesama muslim.

Banyak sekali keunikan atau kelebihan yang dimiliki negara dimana Islam berasal ini. Keunikan atau kelebihan yang tentunya akan sangat membahagiakan bagi warganya. Berikut beberapa fakta tentang keunikan atau kelebihan Arab Saudi yang tidak ditemui di negara lain.

1. Tidak Ada Pemilu untuk Memilih Kepala Negara

Arab Saudi adalah negara monarki absolut. Tidak ada pemilu ala negara demokrasi seperti yang terjadi di berbagai negara. Meski berjuluk negeri kaya raya, namun proses pergantian tampuk pimpinan di Arab Saudi sangatlah hemat biaya, bahkan mungkin tanpa biaya sama sekali. Pergantian tongkat kepemimpinan dari Raja Abdullah yang meninggal dunia kepada Raja Salman hanya berlangsung beberapa menit setelah pembacaan surat keputusan. Kemudian diiringi baiat dan saling berjabatan tangan.

Tidak ada triliunan uang yang dihambur-hamburkan hanya untuk sebuah pesta demokrasi. Rakyat merasa aman, nyaman dan tentram. Mereka tidur di malam hari di bawah kekuasaan seorang raja, dan mereka bangun di pagi hari dalam keadaan kekuasaan sudah beralih ke raja berikutnya. Negara dalam kondisi damai, tanpa gejolak dan tanpa rasa takut.

2. BBM di Arab Saudi Sangat Murah

BBM jenis oktan 91 hanya dihargai 0,75 riyal ( sekitar 2.700 rupiah). Itupun setelah mengalami kenaikan dari bulan sebelumnya yang hanya 0,45 riyal (sekitar 1.600 rupiah). Sedangkan BBM jenis oktan 95 hanya seharga 0,90 riyal (3.250 rupiah) setelah sebelumnya seharga 0,60 riyal (2.150 rupiah). Harga 1 liter bensin di Saudi setara dengan setengah liter air minum kemasan di Indonesia.

3. Pendidikan di Arab Saudi Gratis, Itupun Masih Ditambah dengan Beasiswa yang Diberikan Kerajaan.

Secara umum seluruh universitas negeri di Saudi memberikan beasiswa penuh (full-scholarship). Mahasiswa sama sekali tidak dibebani biaya kuliah dan bahkan diberi uang bulanan atau mukafaah. Mukafaah di seluruh universitas negeri Saudi hampir sama yaitu sekitar 890 riyal per bulan (sekitar 3 juta rupiah) baik untuk S1, S2 maupun S3. Mahasiswa S2 atau S3 yang merangkap sebagai research assistant (RA) atau teaching assistant (TA) akan mendapat tambahan gaji. Besar kecilnya gaji tergantung universitas yang bersangkutan. Jika beruntung ikut proyek penelitian dosen bisa mendapat tambahan uang saku lagi.

Biaya hidup tidak terlalu besar, karena telah disediakan asrama gratis dan mendapat subsidi makan di kantin kampus. Dengan kondisi seperti ini rata-rata mahasiswa masih bisa menabung dari beasiswa yang diperoleh. Bagi mahasiswa yang membawa keluarga, maka harus menyewa rumah di luar dan di beberapa kampus disediakan pengganti biaya sewanya.

4. Jalanan di Arab Saudi Kualitas Tol Semua, dan Gratis

Arab Saudi sangat memperhatikan masalah infrastruktur, termasuk soal sarana jalan. Jalan tol penghubung Mekkah dan Jeddah misalnya. Selain memiliki track lurus lempang, kondisi jalan juga mulus dan lebar. Dua jalur yang berlawanan arah selalu disekat rapi, sehingga membuat semakin nyamannya para driver saat mengemudi. Mengemudi berapapun jauhnya tak begitu melelahkan bagi para driver disana. Soal kemacetan? Maaf, Anda salah alamat, ini Arab Saudi, macet adalah hal yang sangat langka ditemui.

5. Wajib Shalat Berjamaah di Masjid

Arab Saudi adalah satu-satunya negara yang mengharuskan penduduknya untuk menghentikan seluruh aktivitas perdagangan selama pelaksanaan salat berjamaah yang mana setiap toko harus ditutup ketika telah dikumandangkan azan tanda masuknya waktu salat wajib. Lalu bagaimana dengan para PKL yang menggelar dagangan di pinggir jalan? Aman, tidak ada yang berani mencuri dagangan mereka satu pun. Berbeda dengan negara lain, yang lengah sesaat saja, sepeda motor pun lenyap.

6. Tingkat Kriminalitas Sangat Rendah

Masih terkait dengan poin sebelumnya, mengapa PKL di Arab Saudi dengan mudahnya meninggalkan lapaknya untuk shalat berjamaah? Ya, karena tidak ada yang berani mencuri dagangannya. Mencuri dagangan orang, berarti tangan bakal copot. Ketatnya penerapan syariat Islam di Arab Saudi berimbas pada rendahnya tingkat kriminalitas. Tentu kita tidak mengatakan bahwa Arab Saudi 100% bebas kriminalitas, namun apabila dibandingkan dengan negara lain, bahkan negara Islam sekalipun, yang tidak menerapkan syariat Islam, maka akan jauh sekali kondisinya.

Dan sekali pun kita mendengar berita kriminal di Arab Saudi, biasanya tidak jauh dari kasus TKI dan berita kriminalitas di kalangan anggota kerajaan, yang tentunya sangat tendensius. Sumber berita biasanya tidak jauh dari media-media Syiah, kelompok radikal khawarij dan musuh-musuh Arab Saudi lainnya.

7. Arab Saudi Negara Paling Dermawan di Dunia

Sejak tahun 1970-an, Arab Saudi telah menyumbangkan bantuan sebesar 49 miliar poundsterling yang membuatnya menjadi negara donor terbesar di dunia. Sebagai contoh, untuk Aceh saat terjadi bencana tsunami saja, Arab Saudi menggelontorkan US$70 (Sekitar Rp 651 Milyar). Semua bantuan Arab Saudi yang mayoritasnya diperuntukkan ke negara-negara Islam bersifat hibah, tanpa syarat apapun.

Mengapa Arab Saudi begitu royal menyumbangkan kekayaannya untuk negara lain? Setidaknya ada dua hal yang berpengaruh, pertama karena memang Arab Saudi adalah negara kaya raya. Yang kedua, sudah menjadi karakter orang Arab yang begitu bersemangat untuk berderma. Hal ini bisa dilihat saat musim haji atau umrah, bagaimana antusiasme warga Arab Saudi untuk menjamu tamu-tamu Allah dari berbagai penjuru dunia.

8. Warga Arab Saudi Bebas Pajak Penghasilan

Tidak ada pajak penghasilan yang dipungut dari warga Arab Saudi. Bahkan bukan hanya warga Arab Saudi, warga negara-negara Teluk yang memiliki kerjasama dengan Arab Saudi seperti Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, dan Uni Emirat Arab umumnya dibebaskan dari pembayaran pajak penghasilan, akan tetapi mereka tetap harus tunduk pada aturan pembayaran zakat.

9. Syiar-Syiar Kuffar Dilarang

Di saat negara-negara muslim masyarakatnya resah karena tingkat kehamilan di luar nikah sangat tinggi, terutama pasca perayaan Valentine’s Day. Atau tindak kriminal yang meningkat saat momen perayaan Tahun Baru, warga Arab Saudi masih adem ayem. Mereka bisa tidur nyenyak pada malam tahun baru maupun malam Valentine. Tidak ada kekhawatiran kemana perginya anak mereka pada momen-momen penuh kemaksiatan tersebut.

Valentine, Perayaan Natal dan Tahun Baru, konser musik dan berbagai event hura-hura adalah sesuatu yang terlarang di negeri itu. Jangankan perayaan Valentine, ada sedikit saja yang mengarah ke sana, polisi syariah sudah bertindak tegas. Sehingga jangan berharap bisa menemukan toko-toko yang menjual pernak-pernik Valentine atau terompet Tahun Baru di Arab Saudi.

10. Proteksi Terhadap Warga Sangat Tinggi

Sudah menjadi isu yang mendunia, bahwa di Arab Saudi wanita dilarang mengemudi mobil. Meski banyak diprotes, apalagi oleh dunia barat, kebijakan ini sebenarnya untuk melindungi kaum wanita. Dengan diperbolehkannya wanita mengemudi, akan membuat mereka lebih sering meninggalkan rumah melebihi kebutuhan. Tugas-tugas keluarga akan terbengkalai. Dan para wanita akan menampakkan wajah-wajah mereka di jalan-jalan.

Dengan diamnya para wanita di rumah dan tidak berkeliaran dengan mobil-mobil mereka, keamanan dapat lebih ditingkatkan. Keamanan untuk para wanita tersebut dan juga keamanan untuk pengguna jalan lainnya. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa wanita bukanlah pengemudi yang baik. Tabiat wanita yang mudah panik, kurang mampu mengambil keputusan, akan sangat berbahaya jika berada di jalan raya. Jika peraturan ini bisa diterapkan di negara lain, maka tidak ada lagi kekhawatiran pada pengemudi pria akan bertemu dengan ibu-ibu yang lampu sein-nya ke kanan dan motornya justru belok ke kiri.

Wallahu a’lam. “fs”

Sumber : Dari Berbagai Sumber

Obama Akui Berkah Gus Dur Antarkan Dirinya Jadi Presiden

www.IskandarNet.com - Daerah Menteng Jakarta Pusat telah menghasilkan dua Presiden, KH Abdurrhman Wahid atau Gus Dur (Indonesia) dan Barack Obama (Amerika Serikat). Cerita tersebut mengawali obrolan Yenny Wahid dan Obama ketika keduanya bertemu di Jakarta, Sabtu (1/7) dalam acara Kongres Disapora Indonesia.

“Saya cerita ke Obama bahwa daerah Menteng sudah menghasilkan dua Presiden, Presiden Obama dan Presiden Gus Dur. Dua-duanya di masa kecil pernah tinggal di sana,” ujar Yenny Wahid (Direktur Eksekutif Wahid Foundation) saat dikonfirmasi NU Online, Ahad (2/7).

Menanggapi putri kedua Gus Dur tersebut, lalu Obama yang dalam acara itu mengenakan kemeja putih dibalut jas dan celana berwarna abu-abu menjawab sambil berkelakar.

“Jangan-jangan itu karena faktor airnya,” kata Yenny menirukan Obama. Keduanya pun terkekeh.

Obama mengira, ‘berkah’ Gus Dur menjadi Presiden RI menular kepadanya karena air yang diminum sama-sama berasal dari daerah yang mereka tempati ketika kecil, Menteng. Tentu saja pengakuan ini hanya sebatas kelakarnya.

Gus Dur terpilih menjadi Presiden RI pada tahun 1999, sedangkan Obama pertama kali terpilih mempimpin AS pada 2008-2012 hingga dua periode pada 2012-2016.

Seperti diketahui, Gus Dur dan Obama ketika kecil tinggal di satu kawasan yang sama, Menteng dekat daerah Matraman. Jika rumah Gus Dur bercokol di nomor 8, Obama menempati rumah nomor 20.

Selain itu, kedua Presiden ini dibuatkan patung masa kecilnya dan dua-duanya dipajang di kawasan tersebut. Obama di bekas SD-nya dan Gus Dur dipajang di Taman Amir Hamzah, depan rumah masa kecilnya dulu. Tujuan kedua patung tersebut untuk memberi inspirasi bagi anak-anak Indonesia.

Dalam kunjungan ke Indonesia kali ini, Obama mendarat pada Jumat (23/6/2017) di Bali. Setelah mengunjungi beberapa objek wisata di Bali, dia beserta keluarga mendarat di Yogyakarta, lalu ke Jakarta dan bertemu Presiden Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat.

Terakhir, Obama memberikan pidato dalam Kongres Diaspora Indonesia pada Sabtu (1/7/2017) di The Hall Kasablanka Jakarta. Pidato Obama tentang nasionalisme, toleransi, dan respect mendapat sorotan dari sejumlah media internasional. (Fathoni)

Sumber : http://www.nu.or.id

PBNU : 5 Hari Sekolah (Full Day School) Harus Dibatalkan

www.IskandarNet.com - Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menilai kebijakan full day school dalam bentuk lima hari sekolah lebih banyak mengandung mudarat dibandingkan maslahat. Kebijakan lima hari sekolah terbukti membuat energi masyarakat tersedot dan sibuk dengan perdebatan dan kegaduhan dalam menyikapinya.

Hal itu disampiakan oleh Sekjen PBNU HA Helmy Faishal Zaini sesaat setalah megomentari hasil survei yang dilakukan oleh Majalah Tempo. Dalam rilis survey indicator Majalah Tempo tersebut, dari 6889 responden sebanyak 4.827 (69 persen) responden menyatakan bahwa kebijakan full day school dalam bentuk lima hari sekolah tidak tepat dilakukan.

“Fungsi pemerintah itu mengambil kebijakan dalam banyak hal yang basisnya adalah kemslahatan dan aspirasi dari masyarakat. Khusus soal masalah pendidikan ini, kan kondisi sudah tertata dengan baik, jangan malah membuat kebijakan yang berpotensi menimbulkan kagaduhan,” papar Helmy.

Lebih jauh, mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Kabinet Indonesia Bersatu II itu mengatakan bahwa kebijakan soal lima hari sekolah bukan ditolak oleh kalangan masyarakat pesantren saja, banyak kalangan di luar pesantren yang tidak sepakat dengan kebijakan tersebut.

“Akan ada banyak perubahan mendasar jika kebijakan ini dipaksakan. Sebabnya Tanya masyarakat yang terdampak sangat luas. Kebijakan itu harus semaksimal mungkin menghindari mudarat. Dan full day school ini terbukti lebih banyak melahirkan mudarat. Maka sikap PBNU tegas, kebijakan full day school harus dibatalkan,” tegas Helmy. (Fariz Alniezar/Fathoni).

Sunday, July 9, 2017

Mereka Bilang : "Kami Memerangi Amerika", Padahal Mereka Sedang Menyebarkan Ideologi Amerika

www.IskandarNet.com - ☄ Fadhilatu asy-Syaikh al-'Allamah Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah,

Tanya :
"Keluar untuk berdemonstrasi, atau melakukan revolusi dan mendidik para pemuda di atas itu, apakah itu termasuk manhaj Ahlus Sunnah wal Jama'ah ataukah tidak? Baik di negeri Islam maupun di luar negeri Islam? Apa nasehat Anda bagi siapa yang menjadikan itu (demo/revolusi) sebagai metode dakwah?"

⛱ Jawab :
"Ini adalah manhaj (metodologi) Karl Marx, Lenin, dan semisalnya. Bukan dari metodologi Islami. Revolusi, menumpahkan darah, fitnah, dan problematika merupakan caranya Karl Marx dan Lenin, kemudian mereka gabungkan dengan madzhab Khawarij. Lalu mereka sebut : "Islami". Seperti kebiasaan mereka (memberi label Islam terhadap banyak hal yang haram), ada :
 Musik Islami,
 Sosialisme Islam,
 Demokrasi Islam,
 Disko Islami,
 Semuanya sesat.
Mereka membawa berbagai bencana ini dari timur dan barat, lalu mereka kemas dengan baju Islam. Padahal Allah telah jauhkan Islam dari metode-metode tersebut.
Allah 'Azza wa Jalla berfirman,
{ ادْعُ إِلـَىٰ سَبِيـلِ رَبِّـكَ بِالْـحِكْمَةِ وَالْـمَوْعِظَـةِ الْـحَسـَنَةِ ۖ وَجَـادِلـْهُم بِالَّـتِي هِـيَ أَحْسَـنُ ۚ َ }
"Berdakwahlah ke jalan (agama) Rabb-mu dengan hikmah dan nasehat yang baik. Serta debatilah mereka dengan cara yang lebih baik." [ an-Nahl : 125 ]
⛵ Jihad itu ada pintu-pintu dan syarat-syaratnya. Bukan cara-cara marxisme, yang mereka beri label dengan baju Islam. Mereka mengambil revolusi dan sosialisme dari Karl Marx dan Lenin, mengambil demokrasi dari Amerika. Namun mereka mengatakan, "Kami memerangi Amerika."
 Padahal, demi Allah, mereka sedang menjajakan ideologi Amerika, seperti :
 Multi partai,
 Periodeisasi kekuasaan,
 Pemilu,
 Demonstrasi,
 Ini semua adalah ideologi Amerika.
 Milyaran dolar telah dikeluarkan untuk membiayai penyebaran ideologi tersebut ke seluruh dunia dan menguasai bangsa-bangsa dengan ideologi tersebut.
Mereka menjadi pelayan terbesar untuk Amerika dan menjadi orang-orang yang menjajakan prinsip tersebut. Namun mereka menuduh orang lain sebagai antek-antek Amerika."

Kasy as-Sitar 'Amma Tahmiluhu ba'dhu min Akhthar, 18 - 19
#lawan_amerika
•••••••••••••••••••••
Majmu'ah Manhajul Anbiya
▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
[ 31/01/2017 ]

Sumber : www.islamsyari.com

Monday, May 1, 2017

Sejarah Yang Terlupakan : Ir. Soekarno Pernah Berguru di Pesantren Cianjur Selatan

www.IskandarNet.com - Ketika Belanda bertekuk lutut dihadapan tentara Jepang, kemudian Jepang dikalahkan Sekutu, maka Indonesia segera memproklamirkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Tetapi para penjajah yang bergabung dalam tentara Sekutu tidak rela negeri jajahan itu merdeka. Belanda yang masih babak belur belum berani muncul, maka yang disuruh datang tentara bule dari Inggris yang tidak rela melihat Indonesia merdeka. Bahkan mau menangkap Soekarno Hatta sang Proklamator yang dianggapnya sebagai penajahat perang. Aneh bukan. Sejak dulu hingga sekarang mereka menamai sesuatu sesuai dengan keinginannya sendiri.

Melihat gelagat itu pemerintah Indonesia mempersiapkan beberapa kemungkinan. Saat tentara Inggris telah berdatangan di sekitar Jakarta yang hendak menangkap Soekarno–Hatta, keduanya segera mengungsi ke pedalaman. Anehnya Bung Karno tidak mengungsi di markas militer yang lengkap persenjaataannya, melainkan mengungsi ke pesantren Sukanegara di Cianjur. Rupanya sang Kiai pengasuh pesantren itu adalah teman lama Bung Karno, sehingga kehadirannya di sana di terima dengan tangan terbuka, tanpa sedikit rasa kaget, apalagi kehadirannya tanpa diiringi pengawal yang ketat, hanya diantar Hasjim Ning dan seorang ajudan.

Tampaknya dalam suasana revolusi, perlindungan rohani, dan penjagaan stamina perlu dipertahankan terutama spirit perlawanan jauh lebih diutamakan ketimbang sekadar persenjataan militer. Bagi Bung Karno revolusi tidak hanya revolusi fisik, tetapi revolusi sosial, revolusi ekonomi baru kemudia revolusi kebudayaan. dalam menjalankan program tersebut ia membutuhkan stamina yang kuat. Oleh karena itu support moral seorang ulama sangat diperlukan. Tak seorangpun tahu keberadaan Presidennya di pengungsian itu, para intelijen PID-nya Belanda tak tahu, tidak pula intelijen M-16 Inggris yang konon sangat jeli itu.

Seluruh kebutuhan hidup Presiden itu ditanggung oleh Kiai, dan itu tidak menyulitkan, sebab di sana semuanya tinggal mengambil sendiri di kebun, berbagai macam ikan, pete, bahkan jengkol kesukaan Bung Karno tinggal ambil di sana. Selain itu di luar musimpun durian kesukaan Sang Proklamator itu bisa saja dicari di tanah itu, sehingga membuat Soekarno betah. Kesetiaan para santri serta masyarakat pada Ajeungannya itu membuat segala kebutuhan kiai untuk menjamu dan menjaga Presiden tidak pernah menjadi masalah.

Oleh karena itu ketika pengusaha Hasjim Ning hendak memberikan uang sumbangan untuk bekal Bung Karno selama dalam pengungsian itu dengan halus ditolak oleh Kiai, sebab kehadiran Soekarno semuanya ada dalam tanggungan Kiai. Lagi pula tidak ada satu kebutuhanpun yang harus dibeli, semuanya dicari dan dikasih oleh masyarakat. Kemudian Hasjim Ning memberikan uang tersebut pada isteri Sang Kiai, dengan mmengatakan bahwa uang ini tidak disumbangkan, hanya untuk jaga-jaga barang kali nanti dibutuhkan Bung Karno. Dengan alasan itu akhirnya uang diterima Ibu Nyai, sebagai uang titipan bukan untuk digunakan sendiri.

Di tengah perkebunan teh yang sejuk tentu Bung Karno beserta keluarga tidak merasa bosan, apalagi setiap bisa digunakan untuk mendalami pengetahuan keagamaan sebab setiap saat bisa berdialog dengan Kiai yang memiliki pengetahuan mendalam, seorang rohaniawan yang sangat dihormati Bung Karno, sehingga di sana Bung Karno bisa mengisi kehausan spiritualnya di bawah bimbingan seprang ulama yang alim. Sementara sang ulama merasa sangat gembira, sebagaai seorang pelayan umat bisa melindungi Presiden sang Proklamator yang sedang dalam kejaran penjajah, sehingga semuanya dijalankan dengan suka rela, tanpa pamrih apapun, disumbangpun tidak mau, sebab itu merasa sebagai kewajiaban ulama pada Negara. Karena itu dalam keadaan apapun ulama pesantren tidak mau memberontak baik melalui DI-TII maupu PRRI, sebab tindakan itu berarti mengkhianati perjuangan sendiri.
Ternyata ulama tidak hanya memberi support moral, tetapi juga memberikan dukungan secara fisik. Terbukti kiai Hasyim Asy’ari dengan Resolusi Jihad-nya mampu menggerakkan para santri dan masyarakat sehingga mampu mengalahkan pasukan Inggris di Surabaya pada tanggal 10 November 1946 yang bersejaraah itu. Menurut Pramoedya Ananta Toer itulah perang termegah dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, bagaimana sekelompok santri dengan senjata seadanya mampu mengalahkan Negara pemenang Perang Dunia kedua yakni Inggris. Karena adanya semangat perlawanan membara dari kaum santri yang dipimpin KH Hasyim Asy’ari melalui resolusi Jihadnya itu.

Tetapi sayang semuanya itu tidak tercatat dalam sejarah Indonesia, peran kaum santri diabaikan, yang ada hanya peran tentara-tentara nasional, terutama bekas prajurit KNIL yang selama ini turut menjajah rakyat Indonesia.

Sumber: http://www.nu.or.id, http://ikbasmpndua-pasirkuda.blogspot.co.id, http://rivafauziah.wordpress.com.

Terjemahkan halaman ini ke dalam bahasa lainnya